HUBUNGAN LAMA BEKERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI

Adiwijaya Adiwijaya

Sari


Pada umumnya setiap organisasi harus memiliki keunggulan bersaing dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Untuk mencapai keunggulan bersaing tersebut, maka aspek pekerjaan dapat meningkatkan kualitasnya. Dengan visi dan misi yang dimiliki setiap organisasi pemerintah dijadikan landasan dalam operasional nya. Sehinga setiap organisasi pemerintah harus berpacu untuk mencapai tujuannya baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Sumber daya manusia menjadi sesuatu yang sangat penting, karena merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam suatu organisasi meskipun setiap organisasi menggunakan mesin teknologi tinggi, namun peran manusia tidak dapat digantikan sepenuhnya. Hasil kerja dan perilaku kerja yang telah dicapai dalam menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam suatu periode tertentu adlah pengertian dari kinerja. Kinerja merupakan fungsi dari interaksi antara kemampuan atau ability, motivasi, dan kesempatan atau opportunity, kinerja adalah hasil yang dicapai dari apa yang diinginkan oleh organisasi. Ada beberapa faktor dalam meningkatkan kinerja karyawan pegawai yaitu lama bekerja dan motivasi. Lama bekerja disini maksudnya pengalaman seorang karyawanpegawai bekerja di sebuah instansi sedangkan motivasi adalah upaya dalam diri seorang pegawai untuk melakaukan pekerjaan. Penelitian ini dilakukan di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner dengan menggunakan skala Likert (5 skala) kepada 231 responden yang merupakan Pegawai Negeri Sipil yang mengikuti pelatihan di BPSDM Provinsi DKI Jakarta pada bulan Maret – April tahun 2019. Responden terdiri dari Pejabat Administrator (Eselon III), Pengawas (Eselon IV), Fungsional Widyaiswara, Fungsional Guru, Kepala Sekolah, Bendahara dan Staf Pelaksana PNS. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan penyebaran kuisioner dan dokumentasi. Variabel Lama Bekerja (X1) memiliki nilai signifikansi 0 < 0,05 Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara variabel Lama Bekerja (X1) dengan variabel kinerja (Y). Variabel Motivasi (X2) memiliki nilai signifikansi 0 < 0,05 Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara variabel Motivasi (X2) dengan variabel kinerja (Y). Berdasarkan nilai F hitung adalah sebesar 88,348 yang lebih kecil daripada F tabel sebesar 2,64. Dari kedua analisi tersebut, maka Ho ditolak, artinya ada secara simultan variabel bebas mempengaruhi variabel terikat. Beberapa banyak faktor penunjang kinerja lama bekerja dan motivasi dan kemamapuan kerja yang mempengaruhi kinerja terbanyak yakni sebesar 43,2%.

Kata Kunci


Kinerja, motivas, lama bekerja

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Kasmir. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori dan Praktik). Rajagrafindo: Depok.

Tarwaka. (2010). Ergonomi Industri. Surakarta : HARAPAN PRESS.

Bachori. 2006. Manajemen Kerja. Jakarta. Rineka Cipta.

Siagian, Sondang., P. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia (Edisi Pertama). Jakarta: Binapura Aksara

Kreitner, Robert, and Kinicki, Angelo, (2003), Perilaku Organisasi, Dalam: Early Suandy (penterjemah), Jakarta: Salemba Empat.

Rivai, Veithzal. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Sulaiman, Fahmi. (2019). Pengaruh Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. Traktir Nusantara Medan.

Mulyadi. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). In Media: Bogor

Sutrisno. Edy. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Prenamedia Group: Jakarta

Kadir. Abdul et.al. (2014). Pengaruh Ability, Motivasi Dan Pe Ngembangan Karir Terhadap Kinerja Karyawan Redaksi Pt Riau Pos Intermedia Pekanbaru. Jurnal Ekonomi. Volume 22. 42 – 58

Krisdianto. (2008). Hubungan antara Komitmen dan Kepuasan Kerja. www.indosdm.com. Diakses tanggal 15 April 2019.

Fei, L., T., & Siagian, H. (2018). Pengaruh Kepuasan kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi Kerja pada CV. Union Event Planner. AGORA, 6(1), 1-6.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Terindeks Google Scholar