HUBUNGAN USIA, TINGKAT PENDIDIKAN, KEMAMPUAN BEKERJA DAN MASA BEKERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEARSON CORRELATION

Susi Susilawati Harahap

Sari


Kegagalan dalam pengelolaan sumber daya manusia dalam organisasi akan mendatangkan kerugian bagi organisasi yaitu tidak tercapainya tujuan yang telah ditetapkan begitupun sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia, tingkat pendidikan, kemampuan bekerja terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini dilakukan di Provinsi DKI Jakarta, penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuisioner dengan menggunakan skala Likert (5 skala) kepada 231 responden yang merupakan Pegawai Negeri Sipil yang mengikuti pelatihan di BPSDM Provinsi DKI Jakarta pada bulan Maret – April tahun 2019. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan penyebaran kuisioner dan dokumentasi. Analisis hubungan antar variabel dengan menggunakan metode Pearson Correlation yang menggunakan Software SPSS ver20. Variabel Usia (X1) memiliki nilai signifikansi 0 < 0,05 dan nilai r hitung (0,153) > r tabel (0126) . Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara variabel Usia (X1) dengan variabel kinerja (Y). Variabel Tingkat Pendidikan (X2) memiliki nilai signifikansi 0 < 0,05 dan nilai r hitung (0,598) > r tabel (0,126) . Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara variabel Tingkat Pendidikan (X2) dengan variabel kinerja (Y). Variabel Kemampuan Bekerja (X3) memiliki nilai signifikansi 0 < 0,05 dan nilai r hitung (0,582) > r tabel (0,126) . Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara variabel kemampuan bekerja (X3) dengan variabel kinerja (Y). Variabel Masa Bekerja (X4) memiliki nilai signifikansi 0 < 0,05 dan nilai r hitung (0,526) > r tabel (0,126) . Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara variabel Masa Bekerja (X4) dengan variabel kinerja (Y). Berdasarkan nilai F hitung adalah sebesar 59,176 yang lebih kecil daripada F tabel sebesar 2,64. Dari kedua analisi tersebut, maka Ho ditolak, artinya ada secara simultan variabel bebas mempengaruhi variabel terikat. Untuk meningkatkan kinerja ditingkatkan pula usia, tingkat pendidikan, kemampuan bekerja, dan masa bekerja. Beberapa banyak faktor penunjang kinerja faktor tingkat pendidikan, motivasi dan kemamapuan kerja yang mempengaruhi kinerja terbanyak yakni sebesar 50,3%.

Kata Kunci


usia, tingkat pendidikan,kemampuan bekerja, masa bekerja, kinerja

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anggraeni, N. (2011). Pengaruh Kemampuan dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai pada Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung. Jurnal UPI, 54-74.

Dewi, D., K., R., Suwendra, I., W., & Yulianthini, N., N. (2016). Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. E-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Manajemen, vol.4.

Fei, L., T., & Siagian, H. (2018). Pengaruh Kepuasan kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi Kerja pada CV. Union Event Planner. AGORA, 6(1), 1-6.

Irma, D., K. (2014). Masa Kerja dengan Jobengagement pada Kayawan. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 02(02), 311-324.

Kasmir. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori dan Praktik). Depok: Rajagrafindo:

Mangkunegara, A Prabu. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Notoatmodjo, S (2005). Promosi Kesehatan teori dan aplikasinya.Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

Rivai, Veithzal. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Robbins, S.,P & Judge. (2008). Perilaku Organisasi Buku 2. Jakarta: Salemba Empat

Selvia Aprilyanti (2017), Pengaruh Usia dan Masa Kerja Terhadap Produktivitas Kerja (Studi Kasus: PT. OASIS Water International Cabang Palembang), Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol 1 No 2 Desember 2017, 68-72 p-ISSN 2580-2887, e-ISSN 2580-2895, http://e-jurnal.lppmunsera.org, diakses 22 Juni 2019, pukul 11.53

Septiana, V., A. (2015). Pengaruh Faktor Masa Kerja, Kompensasi dan Pendidikan terhadap Motivasi Kerja Pegawai Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah dengan Produktivitas Kerja Sebagai Variabel Intervening. Journal of Management, 1(1).

Siagian, Sondang., P. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia (Edisi Pertama). Jakarta: Binapura Aksara

Suwatno, dan Tjutju Yuniarsih. (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Alfabeta.

Tarwaka, (2010). Ergonomi Industri. Surakarta : HARAPAN PRESS.

UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003

Wijaya, A. (2012). Pengaruh Kemampuan dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis, 1(1), 1-17.

Rusman Heriawan. (2011). Hampir 5% PNS Mendekati Usia Tak Produktif. https://finance.detik.com diakses, 23 April 2019 Pukul 12.32 Wib.

Soekidjo Notoatmodjo (2009). Pengembangan Sumber Daya Manusia, Jakarta ,PT Rineka Cipta.

Septiani, N. (2017). Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pekerja dalam Penerapan Safe behavior di PT. Hanil Jaya Steel. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 6(2), 257-267.

Dessler, Gary. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Indeks.

Aziz Rahardyan. (2018). Inilah Data dan Fakta Pemetaan PNS Tahun 2018. https://kabar24.bisnis.com/, di akses 13 Mei 2019, pukul 23.15 Wib.

Fithriani Sarworini. (2007) Hubungan Kemampuan dan MOtivasi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Kependudukan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Karang Anyar, https://undip.ac.idi/ diakses 14 Mei 2019, pukul 01.10 Wib.

Eko Yusuf Mukharom. (2012). Kinerja Karyawan Ditinjau dari Tingkat Pendidikan, Masa Kerja dan Motivasi Kerja dengan Kepemimpinan Sebagai Variabel Moderating di Kator PDAM Kabupaten Sragen. https://ums.ac.id/ diakses 14 Mei 2019, pukul 1343 Wib.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.

Komentar di artikel ini

Lihat semua komentar


pISNN : 2355 - 701X

eISNN : 2540 - 8389

Creative Commons License This journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

Flag Counter