Komentar Pembaca

ldii

oleh a Asd aa (2020-03-07)

MeresponTrik Komputer

Sampai disini penjelasan kepada penulis menjelaskan tentang pandangan LDII, dapat disimpulkan bahwa tidak semua orang LDII tertutup dan tidak mau berinteraksi dengan orang-orang yang tidak faksi lingkunagan. Dan tidak semua non-LDII dianggap LDII itu kaku. Kuncinya adalah saling menghormati dan kepercayaan masing-masing terbuka. Jadi pemaparan dari penulis bila ada kesalahan atau menyinggung perasaan orang lain beg pengampunan.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), sebuah organisasi propaganda masyarakat di Republik Indonesia. Sesuai dengan visi, misi, tugas pokok, dan fungsi, LDII memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas peradaban, hidup, martabat, dan martabat kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara dan berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia sepenuhnya manusia, yang didasarkan pada keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa dalam rangka mewujudkan masyarakat yang demokratis sipil dan keadilan sosial berdasarkan Pancasila, yang diberkati oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Awal, LDII bernama YAKARI (Yayasan Karyawan Islam), kemudian berganti nama menjadi LEMKARI (Lembaga Karyawan Islam), dan akhirnya berganti nama lagi menjadi LDII, karena nama Lemkari dianggap sama dengan singkatan Institut Karate-Do Indonesia.

LDII adalah sebuah organisasi independen, resmi dan legal mengikuti ketentuan sebagai berikut:

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang organisasi sosial.
Pasal 9, ayat (2), tanggal 4 April 1986 (Lembaran Negara Tahun 1986 nomor 24), serta pelaksanaannya meliputi PP 18 tahun 1986.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 1986.
dan aturan hukum lainnya.

LDII memiliki Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), Program Kerja dan manajemen dari bawah tingkat nasional ke tingkat desa. LDII sudah terdaftar di Unity dan Komunitas Perlindungan Nasional (Bakesbang & Komunitas Perlindungan) dari Departemen Dalam Negeri. LDII bagian masyarakat Indonesia komponen yang berada di Republik Indonesia Berdasarkan Pancasila dan Konstitusi 45. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (ldii) didirikan sesuai dengan cita-cita para ulama perintis yaitu sebagai Muslim wadah untuk belajar, berlatih dan menyebarkan Islam ajaran murni berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis, latar belakang budaya masyarakat Indonesia, dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.